Sunday, 3 June 2012

Uncle Roy, Pemain Bass Reggae Reviewed by Bernard Agapa Date June 03, 2012 Rating: 3

Uncle Roy, Pemain Bass Reggae





Uncle Roy (alm) memiliki nama lengkap James Ronald Putuhena, pria kelahiran 21 Agustus 1963 di Sorong, Papua ini meninggalkan tiga orang anak ( Sela, Silvia, dan juga Bryant ) dari seorang istri yang sangat dicintainya yaitu Neneng Nuraini. 


'Om Roy' sapaan yang biasa digunakan kebanyakan orang ini bergabung dengan Rastafara sebuah kelompok musik reggae yang polpuler sejak tahun 1984. 

Hingga akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari Rastafara pada tahun 2002 dan kemudian kembali membentuk band reggae bernama Tuff Gong bersama Joe teman yang ia kenal dari Bali. Namun Tuff Gong tidak bertahan lama, hingga akhirnya bubar dan kemudian Uncle roy membentuk kembali sebuah kelompok musik yang diberi nama Pace Rasta bersama dengan Hadarsyah, Condrad dan Roby Wambrauw. Pada saat Uncle Roy masih bersama Tuff Gong, kelompok musik ini sedang dalam tahap proses pembuatan album. Namun dikarenakan Tuff Gong pada akhirnya bubar, kemudian album ini dirilis saat bersama Pace Rasta. 

Pace Rasta telah menghasilkan satu buah album yang bertajuk Kupu Kupu Beracun yang berisi sembilan buah lagu. Album ini dirilis pada tahun 2004, dengan hits singelnya yang berjudul Red Yellow and Green. Namun dikarenakan satu dan lain hal setelah album pertama Pace Rasta dirilis tidak lama kemudian band ini fakum dan Uncle Roy pun membantu mas Budi Wahono (Uncle Bud) untuk bergabung dengan yang di bentuk oleh Uncle Bud bernama Uncle Reggae. Dan Uncle Reggae juga telah menghasilkan satu buah album yang bertajuk Kurang Besar yang berisi lima buah lagu. 

Uncle Roy telah mengenal musik Reggae sejak kecil di Papua dan semakin mendalami ketika berkarir bersama Rastafara di tahun 1984. Pada saat itu musik Reggae dapat dikatakan belum sebesar sekarang di Indonesia, suka duka dalam perjalanan karirnya di belantika musik Reggae sudah ia jalani selama lebih dari 20 tahun.

Ada satu hal yang ingin disampaikannya kepada anak-anak muda yang baru menekuni dunia musik Reggae, "Memainkan musik Reggae tidak bisa hanya menggunakan keahlian ataupun logika saja, akan tetapi harus dengan menggunakan hati nurani"Ujarnya. 

Menurutnya Bob Marley yang selalu menyampaikan musiknya kepada masyarakat dunia juga dengan menggunakan hati nurani dan ia juga berharap agar generasi muda Reggae di Papua dan Indonesia terus menyampaikan hal-hal positif yang mengedepankan semangat Positive Vibration, serta dengan menjunjung tinggi rasa kebersamaan dan persatuan kita dapat saling menghargai antar sesama.

Selamat jalan Om Roy (alm 19/9/11), semoga Tuhan memberikan tempat yang terbaik untukmu dan karya-karyamu akan selalu menjadi sumber inspirasi bagi musisi-musisi Reggae di Papua maupun Indonesia.

1 comments so far


EmoticonEmoticon