Sunday, 5 March 2017

Ternyata Anjing Suka Dengarkan Lagu Reggae Bob Marley
WilleeCole via Getty Images


Tidak hanya manusia, anjing juga senang mendengarkan lagu. Bahkan di antara sederet genre musik yang ada, lagu-lagu reggae seperti milik Bob Marley mampu membuat hewan yang juga sahabat manusia ini jadi lebih tenang.


Fakta ini diketahui setelah peneliti dari University of Glasgow, Inggris, melakukan studi terhadap jenis-jenis musik yang anjing sukai. Anjing-anjing tersebut didengarkan lima genre musik berbeda yakni soft rock, Motown, pop, reggae, dan klasik.

Saat didengarkan lagu dengan jenis genre apapun para anjing cenderung asyik merebahkan tubuhnya di lantai. Namun, perubahan positif anjing paling terlihat saat anjing mendengarkan musik bergenre reggae maupun soft rock seperti mengutip Daily Mail, Selasa (14/2/2017).

Saat mendengarkan dua genre musik tersebut, terjadi penurunan tingkat stres paling signifikan.

Namun salah satu peneliti yang memimpin studi, Profesor Neil Evans, mengatakan selera genre musik kesukaan mereka tidak sama satu dengan yang lain. "Setiap anjing memiliki respon berbeda-beda saat didengarkan genre musik. Sama seperti manusia, para anjing juga memiliki selera musik masing-masing," katanya.

Peneliti berharap, dengan hasil temuan ini bisa membantu tim dari rumah penyelamatan hewan saat para anjing terus menggonggong atau sulit ditenangkan.

Nah.. Video ini...

 
 
eitss.. ini cuma iklan.

Wednesday, 8 February 2017

Edo dan Glenn Garap Album Reggae
Glenn Fredly di pemakaman Franky bersama Edo Kondologit. (Ari/BI)

Semangat bermusik penyanyi Edo Kondologit tidak pernah memudar. Meski telah berusia 49 tahun, dia tetap menggebu-gebu untuk melahirkan karya.Terbaru, pria asal Sorong, Papua ini merencanakan pembuatan sebuah album baru. Uniknya, Edo ingin album anyar nanti bernuansa reggae, berbeda dari lagu-lagu yang kerap dibawakannya yakni jazz.

Rencana penggarapan album baru itu lahir berkat idenya bersama musisi kenamaan, Glenn Fredly. Keduanya berambisi untuk merealisasikan album reggae itu dalam waktu dekat. "Rencana bersama Glenn akan buat album reggae. Sekarang dalam masa mengonsepkan," kata Edo Kondologit kepada JawaPos.com saat ditemui di Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/2).

Penyanyi yang kerap membawakan lagu rohani ini menyebut bahwa dirinya sangat tertarik bekerja sama dengan Glenn Fredly. Menurutnya, Glenn adalah sosok musisi yang berkualitas dan kreatif. Kiprahnya di industri musik pun patut diakui. "Glenn punya semangat yang masih muda, cocok lah. Semoga tahun ini bisa dirilis album baru itu," ujar Edo.

Selain album, Edo dan Glenn ternyata punya rencana besar lainnya. Sinergi ini juga mewacanakan untuk mengadakan sebuah festival reggae di tanah Papua tahun ini."Semoga bisa terlaksana Papua Reggae Land Festival. Makanya sebelum itu kita luncurkan album," imbuh Edo Kondologit.(ded/JPG)

Wednesday, 7 December 2016

Festival Crossborder Digelar Di Merauke
Festival Crossborder (Ist, TJ)

Untuk meningkatkan kunjungan turis di wilayah perbatasan, Kemenpar kembali menggelar Festival Crossborder. Acara ini pun dihadiri ribuan pengunjung.


Pada akhir pekan lalu, Sabtu (3/11), Festival Crossborder atau dikenal juga sebagai Festival Wonderful Indonesia digelar di Lapangan Sota, Merauke, Papua. Dalam rilis Kemenpar kepada detikTravel, Senin (5/12/2016), gelaran ini berlangsung aman dan meriah.

"Masyarakat Sota bercampur dengan wisman yang berdatangan dari Papua Nugini terhibur dengan konser Wonderful Indonesia. Saya ingin, acara ini diteruskan dan rutin digelar, karena acara ini menghidupkan ekonomi masyarakat lokal," Konsulat Jendral Republik Indonesia di Papua Nugini, Abraham Lebalauw.

Lebih lanjut Abraham mengatakan, yang terpenting adalah, debut Crossborder untuk Papua Nugini sudah beberapa kali diadakan di Papua. Yang pertama di Skouw, Jayapura dan yang kedua di Sota, Merauke. Keduanya berbatasan dengan Papua Nugini.

"Yang terpenting itu adalah, di Papua Nugini sudah terdengar santer branding Wonderful Indonesia melalui kegiatan ini. Kalau ingat Indonesia, pasti ngomongnya Wonderful Indonesia Festival di perbatasan yang selalu heboh," kata Abraham.

Dalam perhelatan sabtu malam hingga dini hari Minggu, acara begitu meriah. Seluruh masyarakat Sota, Merauke berbaur dengan beberapa musisi yang mayoritas bergenre reggae. Group band yang berhasil menyihir pengunjung adalah Band Sandy Bethay, Blacksound, Dave Solution dan beberapa artis ibukota.

Mengapa musik reggae yang dipilih? Kepala Bidang Festival Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Asia Pasifik Kemenpar Adela Raung mengatakan bahwa mayoritas musik yang digandrungi oleh Papua Nugini adalah reggae.

"Genre-nya reggae, harus ada beat-nya. Mereka suka berdisko, lihat saja mereka langsung happy dan bergoyang,"ujar Adela.

Crossborder, imbuh Adela, merupakan wisata perbatasan yang relatif murah untuk dilakoni wisatawan mancanegara. Strategi yang akan dilakukan terkait pariwisata perbatasan adalah membuka penerbangan langsung ke beberapa daerah pariwisata yang banyak diminati.

"Kuncinya adalah musik, seni-budaya, dan kuliner ini untuk menggaet pasar negara tetangga. Apalagi mereka masuk ke Indonesia juga bebas visa kunjungan," kata Adela.

Adela berharap, Crossborder di Merauke untuk Papua Nugini ini bukanlah festival terakhir yang digenjot Kemenpar. "Semoga tahun depan di 2017 bisa berlanjut atau dengan skema yang lain dan semakin menarik," katanya.

Sekadar informasi, menurut data Dinas Pariwisata Papua, Juni tahun 2016 lalu pengunjung perbatasan rata-rata warga Papua Nugini, mencapai 1.300an orang yang melakukan wisata belanja. Agustus naik hingga 1.400an, lalu pada awal November 2016 hampir mencapai 1.400 orang.

Selama ini, masyarakat Papua Nugini ke Indonesia mayoritas keperluan jual beli atau bergerak di bidang ekonomi. Namun, keuntungan Indonesia memang sangat baik jika mereka membelanjakan uangnya di tanah air karena 1 Kina, mata uang Papua Nugini, sama dengan Rp 4 ribu.

"Jadi tahun depan, sudah bisa saya pastikan mereka membelanjakan uangnya untuk Pariwisata," ujar Abraham. (krn/krn)

Thursday, 13 October 2016

Band asal Papua meriahkan festival Fest Napuan di Vanuatu



Fest Napuan, festival musik tahunan terbesar Vanuatu, digelar malam ini, Rabu (12/10/2016) waktu setempat di Port Vila, Vanuatu. Ya’Mune, band internasional dari Boven Digoel-Papua, akan ikut meriahkan acara yang berlangsung hingga lima hari ke depan itu.

Saralana Park, Port Vila-Vanuatu, akan dipenuhi para pecinta musik dalam acara Fest Napuan ke-21, yang akan dimeriahkan oleh musik-musik papan atas dan berkualitas oleh band-band lokal dan internasional secara gratis.

Acara yang dibuka malam ini dan berlangsung hingga Minggu nanti, seperti dilansir Vanuatu Daily Post, Rabu (12/10/2016) mengambil tema “Kemerdekaan di Pasifik: Apa yang sudah kita menangkan dan apa yang masih harus diperjuangkan”.

Fest Napuan, akan dibuka oleh konser pengiringnya Fest Nalenga, oleh band-band akustik lokal seperti Erawia, Soumaro, Dongo Leo Wia, Fenuariki, Kensul Youth, Red Re Fenua dan Malnaruru. Kesemua band akustik tersebut akan membawakan lagu-lagu yang diciptakan khusus terkait tema festival itu.

Puncak Fest Napuan akan akan dibuka dengan penampilan lagu-lagu dan pertunjukan kebudayaan bebas mulai besok, Kamis (13/10).

Ya’Mune, band raggae asal Boven Dogoel, Papua, akan memeriahkan acara pada Kamis malam berkolaborasi dengan artis-artis lokal seperti Black Ghetto, Vanuazoom, Kranke Man Band, Real Peace, Realistic dan Pang Vibration.

Band terkenal asal Vanuatu, famous Stan & the Earth Force dan Naio menghentak panggung di hari Jumat bersama Hoobz, Krasrut Star, Confliction dan Two-4-One dari Kepulauan Solomon.

Sementara Sprigga Mek dari MNG dan VKSON New Caledonia akan tambil Sabtu bersama pemusik lokal seperti Marcel Melto, Koncerners, Alcina, Young Life, Metoxide, Milly Dhan, dan Dropvkal Groove Band.

Christafari Band, yang kabarnya paling digandrungi, akan tampil seiring Festival Zion di penghujung acara bersama artis-artis kawasan lainnya seperti Jah N I dari Solomon dan Eagle Wings dari Fiji.

Acara tahun ini akan disiarkan langsung oleh Vanuatu Broadcasting and Television Corporation (VBTC).(*)

Wednesday, 28 September 2016

NO WOMAN NO CRY BUKAN LAGU CINTA BIASA.
Di dalam lagu tersebut banyak sekali bahasa prokem dalam syair lagu ini dan dari sisi judul pun banyak yang salah kaprah, banyak yang mengartikan bahwa lagu kurang lebih berarti "tidak punya cewek gak usah nangis" kurang lebih begitu arti nya dalam bahasa gaul kita sehari - hari. Namun, arti sebenarnya lagu tersebut bermakna yang mungkin tidak pernah terlintas dalam pikiran kita. Dalam dialek jamaican, judul ini dibaca "No Woman! No Cry!" yang kalau didefinisikan dalam dialek Inggris atau Amerika menjadi "Don't Woman! Don't Cry!" yang berarti "Jangan Menangis, Perempuan".

Ya itulah kenapa Rita Marley (Istri dari Bob Marley) begitu mencintai suaminya Bob Marley, bahkan melebihi apapun. Terlepas dari sisi negatif Bob Marley soal ganja, Bob Marley ternyata sangat peduli terhadap masalah gender saat itu dimana para perempuan kulit hitam dilakukan secara tidak manusiawi, dijadikan budak sex,dsb dan lewat lagu itu Bob Marley mencoba memberi semangat pada perempuan - perempuan tersebut untuk tidak menyerah kepada kondisi dan bisa memperjuangkan hak mereka.

Kepeduliaan Bob Marley membuat Rita bangga dan begitu mencintai suaminya bahkan saking cintanya Rita selalu merawat studio musik milik suaminya tersebut. Meskipun Bob Marley bukan seorang tokoh HAM atau tokoh yang terkenal dalam memperjuangkan gender dengan teori - teori dahsyat nya tetapi Bob Marley berhasil membuat lagu yang menunjukkan kepeduliannya dan membuat dia dicintai banyak orang. Serta mampu merubah yang ada meskipun hanya untuk golongan tertentu..

Vincent Ford pencipta lagu No Woman No Cry wafat pada usia 68 tahun ( 03 januari 2009) Vincent. Merupakan. Sahabat dan sekaligus orang yang mensupport Bob Marley sejak awal karirnya.
Bob Marley adalah seorang legenda sampai detik ini pun isi syair dari lagu itu masih jadi perdebetan dan belum ada yang bisa mengartikan secara pasti karena banyak syair - syair lagu itu menggunakan bahasa prokem.. Apapun misteri itu yang pasti makna diciptakannya lagu itu tentang masalah gender yang terjadi pada waktu itu.

Wednesday, 13 July 2016

Sambut KTT MSG Dengan Konser Reggae

“Kami gelar kegiatan ini untuk sambut MSG. Ini bentuk dukungan kami,” kata Ismail Alua, Sekertaris Paniaitia Kegiatan Konser Reggea di Museum Expo Waena, Jayapura, Papua, Rabu (13/07/2016) siang.

 Lanjut dia, untuk konser kali ini, ada tiga group band yang telah mendaftarkan diri untuk berpartisipasi dalam konser music yang diinisiasi oleh KNPB ini. “Ada tiga group band yang daftar yaitu group Pasific Paradise Band, Melanesia Birds Band dan Komunitas Rasta Kribo,” tuturnya.

Selain itu, kata Alua, selain kegiatan konser, pihaknya mengadakan tarian pesek, wisisi, yospan yang adalah pesta dansa atau tarian adat orang asli Papua.

 “Kami lakukan ini untuk kebersamaan kita bersama, karena hari ini hari kemenangan kita dari penjajah,” tukasnya. Dalam kesempatan ini, pihak penyelenggara juga menerima sumbangan dari semua masyarakat untuk persiapan pesta bakar batu (barapen) besok, kamis (14/07/2016).

 “Besok baru kami akan melangsungkan bakar batu untuk pesta rakyat. Ini kami lakukan untuk mendukung MSG,” katanya lagi.

Sementara itu, Naftali Magay, Ketua Pemuda Kingmi, Klasis Kota Jayapura, pada kesempatan yang sama mengatakan dirinya sangat mendukung kegiatan konser musik. “Saya senang, kami doakan agar kegiatan ini bisa berjalan lancar,” katanya. Magay berharap semua rakyat Papua dapat bergandeng tangan bersatu demi masa depan bangsa Papua. (PJ/MG)

Friday, 1 April 2016

Max Romeo - Socialism Is Love



Lyric: 

You’re asking, ‘What is Socialism, and what it really means?’
It’s equal rights for every man, regardless of his strength
So don’t let no one fool ya, (Joshua said)
Listen as I tell ya, (Joshua said)
No man are better than none,
Socialism is love between man and man
Socialism is
Love for your brothers,
Socialism is
Linking hearts an’ heads,
Poverty and hunger’s what we’re fighting
Socialism is
Sharing with your sisters,
Socialism is
People pulling together,
Won’t you believe me
Love and togetherness, that’s what it means
Mr Big trembling in his shoes saying he’s got a lot to lose,
Don’t want to hear ’bout suffering at all
(Joshua said)
One man have too many,
While too many have too little,
Socialism don’t stand for that, don’t stand for that at all
Socialism is
Love for your brothers,
Socialism is
Linking hearts an’ heads,
Poverty and hunger’s what we’re fighting
Socialism is
Sharing with your sisters,
Socialism is
People pulling together,
Won’t you believe me
Love and togetherness, that’s what it means

Monday, 8 February 2016

Konser Reggae Akan Ramaikan HUT Kota Jayapura
Dalam rangka menyambut HUT ke 106 Kota Jayapura pada 7 Maret 2016 mendatang, Walikota Benhur Tommy Mano menginginkan hari bersejarah ini dapat dirayakan oleh semua masyarakat yang tinggal di di Kota Jayapura tanpa terkecuali.

“Saya minta peringatan HUT Kota nanti bisa melibatkan seluruh masyarakat yang ada di Kota Jayapura supaya meriah, murah dan massa,” kata BTM, sapaan akrab Benhur kepada Antara, Sabtu (30/1).

BTM menyampaikan akan ada pesta rakyat seperti yang sudah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya, namun untuk tahun ini dipastikan akan lebih meriah dengan sejumlah agenda yang telah disiapkan

“Kita akan rayakan dalam konsep pesta rakyat, dan juga akan ada tarian tradisional dari kampung-kampung. Kita juga buat acara buat untuk anak muda, reggae band, DJ, itu kita tampilkan agar semua bisa ikut merayakan,” katanya merincikan.

Menurut BTM, momen HUT juga harus dijadikan ajang silaturahmi sesama warga kota agar ke depan bisa lebih baik lagi dalam bersama-sama menjaga dan membangun Kota Jayapura. Untuk itu semua warga diundang ke pesta rakyat yang rencananya bakal digelar di Taman Imbi.

“Mari sebagai warga kota ikut berpartisipasi juga menjaga kota dan ikut rasa memiliki kota ini,” tambahnya. [HP]

Sunday, 27 December 2015

Musik Rastafarian - Nyabingi



Musik tradisional agama Rastafarian adalah Nyabingi. Musik Nyabingi digunakan selama sesi penalaran (mabuk ganja) dan terdiri dari nyanyian dan drum untuk mencapai negara dari tinggi spiritualitas.

Nyanyian berisi ide-ide penebusan hitam dan repatriasi. Mereka membantu orang untuk berpartisipasi dan merasa termasuk dalam komunitas Rastafarian.

Musik Nyabingi terdiri dari campuran musik gospel  dan drum Afrika dari abad 19.

Musik Gospel Abad ke-19

Musik awal Rastafarian tidak spesifik untuk agama mereka sendiri. Rastafarian awal menggunakan musik dan nyanyian rohani yang diciptakan oleh Sankey dan Moody, dua abad ke-19 penginjil Amerika sangat berpengaruh yang melakukan perjalanan di seluruh dunia. Rastafarian mengambil lagu-lagu himne tersebut dan mengatur mereka untuk kata-kata mereka sendiri, biasanya mencerminkan pentingnya Afrika.

Drum Afrika

Pengaruh awal musik Afrika adalah Burru Music. Jenis musik ini dinyanyikan oleh budak Afrika untuk menjaga semangat mereka sementara bekerja. Sebagai budak tidak punya agama dan Rastafarian tidak memiliki musik, tampaknya alami untuk Rastafarian mengadopsi musik Burru, saat menyambut budak sebagai anggota baru ke dalam agama mereka.

Penyebaran dan perkembangan musik Rastafarian

Pada tahun 1950, Pangeran Ossie mulai menggunakan drum selama sesi penalaran. Dia menyadari bahwa drum ini diintensifkan efek spiritual dan peningkatan sensasi rakyat.

Menghitung Ossie mulai mengembangkan pola ritmis yang tersebar di seluruh komunitas Rastafarian. Menghitung Ossie memainkan musik ini secara terbuka, sehingga penyebaran pesan Rastafarian.

Jenis musik memerlukan penggunaan tiga jenis drum: bass, fundeh dan PETA (repeater).

Reggae

Dalam tiga puluh tahun terakhir Rastafari telah menjadi terkait umumnya dengan musik Reggae, terutama setelah sukses di seluruh dunia dari Robert Nesta Marley.

Bob Marley, dikenal karena membantu menyebarkan kesadaran agama di antara orang luar melalui penampilan alunan musik dan lirik.

Banyak orang percaya bahwa Bob Marley adalah faktor utama dalam penyebaran Rastafari ke Amerika Serikat, Kanada, sebagian besar Eropa, Afrika dan Australasia.

Lirik yang berpengaruh dalam penyebaran ide-ide politik dan sosial dari gerakan Rastafarian. Dia berbicara menentang ketidakadilan yang dialami masyarakat kulit hitam.

Lirik Marley memperluas ajaran Rastafarian:

We are sick and tired of your ism-schism game, to die and go to heaven in Jesus' name. We know and understand almighty God is a living man.
Bob Marley, Get Up, Stand Up, Tuff Going Music, 1973

Lirik ini menyatakan kembali ajaran Rastafarian tentang penindasan kulit hitam oleh kulit putih, dan pemahaman bahwa Haile Selassie adalah Allah yang hidup yang akhirnya akan menyatukan masyarakat Rastafarian.
We know where we're going, we know where we're from. We're leaving Babylon, going to our Father's land.
Bob Marley, Exodus, Music BVI/Rondor Music, 1977
 Hal ini mengacu pada tema pemulangan kembali Rastafari dari Babel ke tanah yang dijanjikan di Afrika.
Hari Suci Rastafarian Di Ethiopia



Berikut beberapa hari penting bagi kaum Rastafari. Haile Selassie sangat berpengaruh dan menginspirasi dalam perkembangan bagi Rastafarianimisme. Tulisan ini berdasarkan hasil penelitian seorang penulis asal Inggis, Peter Owen Jones saat di Addis Ababa, Ethiopia.

Natal Ethiopia (7 Januari)

Kristen telah ada di Ethiopia sejak 330 Masehi atau Anno Domini, dan Rastafarian menganggap kulit hitam sebagai orang-orang Yahudi dari Alkitab

Natal Ethiopia ditandai dengan pesta besar. Makanan yang dimakan adalah vegetarian atau vegan sesuai dengan hukum makanan bagi Rastafari. Selama perayaaan pesta akan ada pembacaan titah parah pendahulu yang diselingi Nyabingi (ritual suci rastafari). 

Groundation Day (21 April)

Peringatan kunjungan  Haile Selassie ke Jamaika pada tahun 1966. Kunjungan ini adalah satu-satunya waktu Kaisar mengunjungi Jamaika. Dalam perayaan ini ada Sesi Nyabingi, termasuk musik, nyanyian dan doa diadakan untuk memperingati hari tersebut.

Hari Konstitusi Ethiopia (Juli 16)

Memperingati pelaksanaan pertama konstitusi Ethiopia oleh Haile Selassie pada tahun 1931. Konstitusi mewajibkan parlemen untuk penunjukan sejumlah deputi, dan Kaisar Haile Selassie I tetap mempertahankan kekuasaan dan otoritas tertinggi.

Rastafarian disana memperingati peristiwa ini karena mengarah ke kelahiran agama Rastafari, perayaannya tetap ada sesi Nyabingi juga terjadi untuk menghormati peristiwa itu.

Ulang Tahun Kaisar Haile Selassie (23 Juli)

Peringatan hari kelahiran Kaisar Haile Selassie yang lahir pada tahun 1892 Sesi Nyabinghi diadakan untuk menghormati tanggal kelahiran kaisar.

Ulang Tahun Marcus Garvey  (17 Agustus)

Memperingati Ulang Tahun Marcus Garvey, politisi Jamaika lahir pada tahun 1887 yang meramalkan penobatan Raja di Afrika, dan mempelopori gerakan 'Kembali ke Afrika' .
Pada tanggal ini Rastafarian memperingati peran penting dari oleh Marcus Garvey dalam perjuangan pemenuhan hak kulit Hitam. Dalam perayaakn akan dibacakan beberapa titah berpengaruh dari Marcus Garvey. Puisi dibacakan mengingat pentingnya sejarah perjuangan Marcus Garvey yang disertai dengan tarian afrika,

Hari Tahun Baru Ethiopia (11 September)

Pada tanggal ini diperigati rastafarian sebagai Awal Tahun Baru di Ethiopia karena Rastafarian percaya Ethiopia menjadi tanah air rohani mereka, dan tempat yang mereka ingin kembali. Sejarah Ethiopia akan diingat, dan pentingnya mengakui melalui ayat-ayat Alkitab dan doa. Sesi Nyabingi juga diadakan untuk merayakan peristiwa itu.

Penobatan Kaisar Haile Selassie I (2 November)

Memperingati Penobatan Ras Tafari Haile Selassie I sebagai Kaisar  dan Raja Ethiopia pada tahun 1930.  Dalam perayaan ini Imam akan membaca ayat-ayat Alkitab dan memulai bernyanyi lagu untuk menekankan kembali pentingnya Haile Selassie sebagai Mesias. Pertemuan Nyabingi juga terjadi untuk mengingat Haile Selassie.